Di tengah tingginya ritme kerja dan gaya hidup serba cepat hari ini, cangkir kopi kekinian berpenyedap manis, camilan tinggi garam, hingga pola duduk berjam-jam seolah menjadi teman setia para pekerja usia produktif.
Banyak yang mengira bahwa gangguan kesehatan kronis baru akan bertamu ketika rambut mulai memutih.
Padahal, tubuh manusia tidak pernah lupa—ia mencatat setiap piring makanan dan kebiasaan yang kita pilih hari ini.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mencontohkan akumulasi gaya hidup tidak sehat dapat menyebabkan hipertensi dan diabetes melitus (DM).
Dua penyakit ini perlu dicegah dan dikendalikan sejak dini. Jika tidak ditangani, kedua penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit lain seperti jantung, stroke, dan ginjal.
“Penyakit tidak menular bukanlah penyakit yang dalam satu hari orang bisa sakit. Tapi merupakan suatu proses panjang,” ujar Siti Nadia dalam Webinar Nasional Menciptakan Lingkungan Pangan yang Lebih Sehat, Jumat (28/8/2026).
Hipertensi dan diabetes melitus bukanlah penyakit yang mendadak muncul dalam semalam, apalagi sebuah kepastian yang harus diterima saat seseorang memasuki usia lanjut.
Penyakit tidak menular (PTM) ini pada hakikatnya adalah akumulasi panjang dari gaya hidup yang kita pupuk secara tak sadar sepanjang masa-masa produktif.
Menagih Janji Kebiasaan di Hari Tua
Ancaman ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Data menunjukkan ada sekitar 60 juta penduduk Indonesia usia 30–79 tahun yang hidup dengan hipertensi, di mana hampir 80 persen di antaranya bahkan belum mampu mengendalikan tekanan darahnya.
Di sisi lain, dari 20 juta penderita diabetes di Tanah Air, baru sekitar seperempatnya yang terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan teratur.
Gula, garam, dan lemak berlebih yang terakumulasi setiap hari secara perlahan melapuk kesehatan pembuluh darah dan organ dalam.
Tanpa pencegahan dari hulu, hipertensi dan diabetes di usia muda akan membuka pintu bagi muara penyakit yang jauh lebih fatal, seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal di masa depan.
Memutus Rantai Risiko Sejak Dini
Kabar baiknya, karena PTM merupakan hasil dari proses panjang, penyakit ini sebenarnya sangat bisa dicegah sebelum berkembang.
Langkah pencegahan terbaik tidak dimulai saat tubuh sudah jatuh sakit, melainkan diputus sejak usia muda, bahkan sejak masa remaja.
Mengatur pola makan, membatasi konsumsi jajanan tinggi gula-garam-lemak, serta rutin bergerak menjadi investasi terbaik untuk hari tua.
Menjaga kesehatan di usia produktif bukan sekadar tentang penampilan, melainkan tentang memastikan bahwa masa pensiun kelak dapat dinikmati dengan senyuman dan tubuh yang sehat, bukan dengan deretan resep obat bulanan. (Diolah dari Kemenkes/Infopublik)

Tinggalkan Balasan