Bagi sebagian orang, kata-kata adalah jembatan utama untuk menyapa dunia.
Namun bagi Jody Edbert Tjoe, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara, bahasa terbaiknya justru terpancar dari balik lensa kamera.
Sebagai seorang mahasiswa autistik, dinamika komunikasi verbal dan interaksi sosial di ruang kuliah kerap menjadi tantangan yang tidak mudah.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tak pernah menyurutkan langkahnya untuk terus beranikan diri berkarya.
Di tengah sudut pandangnya yang unik terhadap dunia, Jody menemukan ruang aman dalam wujud media audio-visual.
Kamera bukan sekadar alat perekam gambar bergerak baginya, melainkan sarana menangkap gagasan, merangkai cerita, dan menyampaikan pesan mendalam kepada khalayak tanpa harus bergantung pada komunikasi lisan.
Menembus Keterbatasan di Panggung Nasional
Bahasa visual yang ditekuni Jody akhirnya membuahkan hasil manis yang membanggakan.
Keberaniannya menguji potensi diri di luar dinding akademis membawanya meraih dua gelar sekaligus: Juara 2 Nasional dan Juara Favorit dalam kompetisi video tingkat nasional bertajuk #LifeWithManner 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.
Karya Jody tidak lagi berhenti sebagai pemenuhan tugas perkuliahan, melainkan melesat mendapat pengakuan resmi dari perusahaan berskala nasional.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa bakat dan potensi seseorang akan berkembang pesat ketika diberi kesempatan serta ruang apresiasi yang tepat di dunia nyata.
Pendidikan Berdampak dan Keberanian Percaya Diri
Perjalanan Jody membawa pesan berharga bahwa pendidikan tinggi sejatinya tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas.
Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing setiap individu mengenali kekuatan diri, mengasah potensi khusus, serta menumbuhkan keberanian untuk tampil di tengah masyarakat.
Kisah sukses Jody Edbert Tjoe bukanlah tentang keterbatasan, melainkan tentang potensi yang menemukan jalannya.
Melalui bidikan kamera dan ketekunan menyusun karya, ia telah membuktikan kepada dunia bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk bersinar dan menginspirasi banyak orang. (Naskah diolah dari Kemdiktisaintek)

Tinggalkan Balasan