Kegagalan melangkah ke babak gugur pada gelaran Piala AFF 2026 menjadi pelajaran berharga bagi Tim Nasional Indonesia.

Tak ingin mengulang kesalahan serupa, Badan Tim Nasional (BTN) PSSI bersama jajaran pelatih yang dipimpin John Herdman langsung melakukan evaluasi menyeluruh.

Skuad Garuda kini mengalihkan fokus penuh untuk merebut trofi juara pada turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung, 23 September hingga 3 Oktober 2026.

Ketua BTN PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa evaluasi pasca-Piala AFF tidak hanya menyasar aspek teknis dan taktis, tetapi juga pembenahan mentalitas pemain.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kegagalan sebelumnya adalah munculnya rasa jemawa saat menghadapi tim-tim di kawasan Asia Tenggara.

“Evaluasi kemarin menunjukkan kita terlalu menganggap diri kita super power dan meremehkan lawan di Asia Tenggara. Itu tidak boleh terulang lagi. Siapa pun lawannya, kita harus fight dan menganggap mereka berat agar tidak kecolongan,” ujar Sumardji dalam wawancara di Nusantara TV, Jumat (28/8/2026).

Manfaatkan Kalender Resmi FIFA, Indonesia Siapkan Skuad ‘Full Team’

Peluang Indonesia untuk melaju hingga tangga juara semakin terbuka lebar.

Berbeda dengan ajang regional sebelumnya, FIFA ASEAN Cup 2026 resmi masuk dalam agenda kalender FIFA Matchday.

Status ini memberikan kewajiban bagi klub-klub luar negeri, termasuk di Eropa, untuk melepas para pemain Indonesia yang merumput di liga-liga top seperti Italia, Prancis, dan Jerman.

BTN mengonfirmasi bahwa daftar 50 nama pemain awal (longlist) sudah kantongi dan terus dipantau perkembangannya secara intensif melalui komunikasi langsung dengan para pemain.

Kendati demikian, pemanggilan resmi (Garuda Calling) masih menunggu tahap finalisasi kondisi fisik dan agenda pertandingan di masing-masing klub.

PSSI merencanakan pemusatan latihan (training center) akan dimulai sekurang-kurangnya 10 hingga 14 hari sebelum pertandingan perdana bulan depan.

Masa persiapan yang lebih panjang ini diharapkan mampu mengasah kekompakan tim secara optimal sebelum berlaga di Grup A menghadapi Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Dongkrak Peringkat Dunia dan Imbauan Dukungan Suporter

Selain menjadi panggung pembuktian kepelatihan John Herdman, turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki bobot strategis karena hasil setiap pertandingannya akan langsung terhitung dalam pemeringkatan (ranking) resmi FIFA.

Keuntungan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah di Jakarta dan Bandung dipandang sebagai momentum emas untuk mengembalikan kepercayaan publik pencinta sepak bola tanah air.

Sumardji pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan kelompok suporter untuk kembali menyatukan barisan di belakang Skuad Garuda.

Dukungan penuh di stadion maupun luar lapangan dinilai menjadi energi utama bagi para pemain untuk mengukir prestasi tertinggi di ajang perdana ini.

“Kami sangat berharap dan memohon kepada masyarakat untuk kembali mendukung sepenuhnya Timnas Indonesia. Saatnya kita memberikan warna dan kualitas terbaik agar timnas kita berprestasi serta membanggakan bangsa dan negara,” pungkasnya.