JEMBER – Gemuruh sorak-sorai pendukung membahana di GOR Garuda Jember saat peluit panjang dibunyikan. Di atas lapangan kayu yang menjadi saksi bisu perjuangan fisik dan mental, tim bola basket SDN Kepatihan III Jember, yang akrab disapa Arklu, resmi mengukuhkan diri sebagai raja basket tingkat dasar di Kabupaten Jember. Kemenangan gemilang atas tim tangguh SD Al Baitul Amien II (Alba II) dengan Skor Akhir 52-34 dalam laga final Garuda Cup 2026 memastikan gelar juara bertahan tetap berada di pelukan mereka.
Laga final yang mempertemukan dua kekuatan besar basket sekolah dasar di Kabupaten Jember ini sudah dinanti-nantikan sejak awal turnamen. Arklu datang dengan status juara bertahan dan beban ekspektasi yang tinggi, sementara Alba II melaju ke final dengan ambisi besar untuk meruntuhkan dominasi sang juara.
Sejak kuarter pertama dimulai, atmosfer pertandingan langsung memanas. Arklu menunjukkan kelasnya melalui kerja sama tim yang solid dan transisi permainan yang cepat. Namun, Alba II bukan lawan yang mudah ditepuk sebelah tangan. Dengan pertahanan zona yang disiplin, mereka sempat memberikan tekanan berarti bagi anak-anak SDN Kepatihan III. Kejar-mengejar angka terjadi begitu ketat, membuat penonton di tribun tak henti-hentinya berdecak kagum melihat bakat-bakat muda ini bertanding dengan semangat layaknya atlet profesional.
Memasuki kuarter kedua dan ketiga, kematangan mental tim Arklu mulai terlihat. Di bawah arahan strategi pelatih yang jeli melihat celah lawan, Arklu mulai mendominasi penguasaan bola. Akurasi tembakan jarak menengah dan keberanian melakukan drive ke area bawah ring menjadi kunci perolehan poin mereka.
Ketangguhan Arklu bukan hanya soal teknik, melainkan semangat juang yang tak padam. Meski mendapat tekanan fisik dari lawan yang mencoba mengejar ketertinggalan, para punggawa Arklu tetap tenang. Koordinasi antar pemain yang presisi yang merupakan buah dari latihan keras berbulan-bulan membuat aliran bola Arklu sulit dibendung oleh lini pertahanan Alba II.
Kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan memasukkan bola ke dalam keranjang. Bagi keluarga besar SDN Kepatihan III, prestasi ini adalah simbol dari dedikasi, disiplin, dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pelatih.
“Ini adalah hasil dari kerja keras anak-anak yang luar biasa. Mempertahankan gelar juara jauh lebih sulit daripada meraihnya, namun mereka membuktikan bahwa dengan konsistensi dan mentalitas pemenang, tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Suryantari, salah satu perwakilan wali basket Arklu usai laga.
Di sisi lain, apresiasi patut diberikan kepada SD Al Baitul Amien II (Alba II). Sebagai runner-up, mereka menunjukkan sportivitas yang tinggi dan memberikan perlawanan yang sangat terhormat. Pertemuan kedua tim ini di partai puncak telah menaikkan standar kompetisi basket usia dini di Jember ke level yang lebih tinggi.
Gelaran Garuda Cup 2026 ini membuktikan bahwa pembinaan atlet usia dini di Jember, khususnya di cabang olahraga bola basket, berkembang sangat pesat. SDN Kepatihan III melalui tim Arklu telah menetapkan standar emas bagi sekolah-sekolah lain.
Keberhasilan Arklu mempertahankan gelar juara ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tradisi juara yang dibangun oleh Arklu kini telah menjadi inspirasi bagi bibit-bibit muda di Jember untuk bermimpi lebih tinggi di kancah olahraga nasional.
Saat piala Garuda Cup kembali diangkat tinggi oleh kapten tim Arklu, warna emas trofi tersebut seolah memantulkan kerja keras dan tetesan keringat yang telah mereka curahkan di lapangan. Malam itu, GOR Garuda menjadi saksi Sejarah, Arklu tetap yang terbaik, dan SDN Kepatihan III Jember kembali membuktikan diri sebagai “Kawah Candradimuka” bagi talenta basket masa depan.
Penulis : Sapto Raharjanto
Tidak ada komentar