Di bawah keindahan panorama Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Maratua bersiap memperkuat posisinya di panggung internasional.

Bukan sekadar hamparan pasir putih dan air laut jernih, Maratua menyimpan surga bawah laut yang kini tengah diposisikan sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan mancanegara.

Langkah strategis ini diwujudkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui gelaran Famtrip Marine Maratua 2026 pada 10–15 Agustus 2026 lalu.

Program pengenalan destinasi ini memboyong para pemilik dan pengelola dive center dari Malaysia serta Singapura untuk menyelami langsung keajaiban alam Maratua.

Menjelajah 9 Titik Selam hingga Kekayaan Budaya

Selama enam hari perjalanan, para peserta tidak hanya diajak menikmati fasilitas dan kesiapan akomodasi lokal, tetapi juga menjajal sembilan titik menyelam terbaik Maratua selama tiga hari.

Keindahan terumbu karang dan lanskap bawah laut yang kaya menjadi daya tarik utama yang dirasakan langsung oleh para pengambil keputusan di industri pariwisata negara tetangga tersebut.

Pengalaman yang ditawarkan pun tak berhenti di bawah permukaan air. Rangkaian perjalanan mengombinasikan keindahan alam dan budaya lokal:

  • Petualangan Alam: Menyusuri eksotisme Goa Gumantung dan menikmati pemandangan matahari terbenam di Teluk Harapan.

  • Sentuhan Budaya: Berkunjung ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenal tradisi lokal, produk kerajinan, dan kearifan masyarakat setempat.

  • Jejaring Bisnis: Pelaksanaan networking event yang mempertemukan langsung para peserta dengan pelaku industri pariwisata lokal untuk merancang paket perjalanan bersama.

Pasar Strategis dan Dampak Ekonomi Lokal

Pemilihan Malaysia dan Singapura bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan dari Malaysia mencapai lebih dari 1,36 juta kunjungan, sementara Singapura menyumbang hampir 740 ribu kunjungan. Angka ini menegaskan besarnya peluang untuk menarik wisatawan minat khusus (niche market), khususnya pencinta aktivitas menyelam (diving).

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, melalui rilis pers di situs Kementerian Pariwisata Rabu (26/8/2026) menegaskan bahwa pengalaman langsung ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para dive center dalam memasukkan Maratua ke dalam katalog paket wisata mereka.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I, Dedi Ahmad Kurnia, menggarisbawahi dampak jangka panjang dari inisiatif ini.

Selain memperkuat promosi internasional, berkembangnya pasar wisata selam Maratua diyakini akan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal—mulai dari usaha akomodasi, pemandu wisata, transportasi, hingga produk kuliner lokal.