Di Konsolidasi Nasional 2025, Inovasi dan Kebijakan Pembelajaran Dipamerkan

waktu baca 4 menit
343

Dalam rangkaian Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025, Kemendikdasmen menyelenggarakan pameran pendidikan.

Pameran ini diadakan di Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia (PPSDM), tepatnya di Kota Depok, Jawa Barat, mulai dari tanggal 28 s.d. 30 April 2025.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa momentum pameran pendidikan ini untuk memperlihatkan komitmen nyata.

Yaitu meningkatkan kualitas layanan-layanan di sektor pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia.

Selain itu untuk menunjukkan pendidikan adalah fondasi untuk masa depan Bangsa Indonesia.

“Upaya pameran ini harus menghadirkan inovasi dengan memperluas pemerataan akses.

Serta memastikan keadaan bagi seluruh murid tanpa terkecuali,” ucap Wamen Atip saat membuka pameran, Senin (28/4).

Atip menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat membangun ruang kolaborasi yang semakin luas.

Tercipta jejaring yang kuat antar unit kerja dalam memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah.

Sehingga dalam tantangan di masa depan yang semakin kompleks ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Dinamika sosial dalam masyarakat hingga tuntutan dunia kerja global akan menuntut kita untuk terus mengembangkan diri.

Beradaptasi, berinovasi, dan membangun karakter murid yang tangguh, sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi.

Mempercepat transformasi dan meneguhkan komitmen kita dalam menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal, Suharti, menyampaikan dalam laporannya.

Bahwa tujuan pameran pendidikan ini adalah untuk menampilkan capaian-capaian kerja.

Seperti capaian program, inovasi, dan praktik baik dari seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Selain menampilkan capaian, pameran ini juga meningkatkan sinergi antar-unit dalam memperkuat layanan pendidikan dasar dan menengah.

Tewujudnya dan terus meningkatnya layanan pendidikan nasional yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

Serta memperluas inspirasi dan kolaborasi untuk mendukung transformasi pendidikan nasional yang berkelanjutan,” ucap Suharti.

Harapan dari kegiatan ini, terangnya, agar peserta Konsolnas dapat saling belajar dan berbagi pengalaman.

Memperluas jejaring, serta memperkuat komitmen untuk bersama-sama membangun pendidikan dasar dan menengah yang lebih unggul, adaptif, dan berkelanjutan.

Serta informasi berharga dan inspirasi bagi pengunjung untuk bisa mengadopsi dan mengimplementasikan di daerah masing-masing.

Upaya Bersama Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sebagai informasi, pameran ini melibatkan seluruh unit-unit utama di lingkungan Kemendikdasmen.

Yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PDM); Direktorat Jenderal Guru Tenaga Kependidikan, dan Pelatihan Guru (Ditjen GTK & PG);

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Ditjen Diksi PKLK); Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP); serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).

Selain itu, turut berpartisipasi sejumlah satuan kerja lain di bawah Sekretariat Jenderal seperti Pusat Penguatan Karakter, Pusat Prestasi Nasional, Pusat Data dan Teknologi Informasi.

Serta Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Dan partisipasi juga melibatkan satuan pendidikan, lembaga kursus, unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kemendikdasmen, dan mitra terkait.

Guru TIK SMA Plus PGRI Cibinong, Agaya Nupraba memamerkan hasil produk karya siswa untuk menunjang pembelajaran yang interaktif.

Beliau Mengungkapkan bahwa dimulai dari aplikasi kimia interaktif yang ditampilkan menggunakan layar interaktif, lalu dengan Virtual Reality (VR) dalam konteks Aritematika.

Pembelajaran Sejarah juga dapat disampaikan dengan menggunakan teknologi Augmented Reality.

”Pembelajaran menggunakan teknologi seperti Virtual Reality, Augmented Reality, dan lainnya telah diimplementasikan SMA Plus PGRI Cibinong dengan Smart Board,” ungkap Agaya.

Di stan yang berbeda, implementasi teknologi AI dalam pengawasan Alat Pelindung Diri (APD) juga dipamerkan oleh SMK Mitra Industri MM2100.

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan pengawasan penggunaan APD di tempat kerja.

Dalam sistem ini, dapat dijalankan menggunakan perangkat lunak Python dalam platform Anaconda dan Visual Studio sebagai lingkungan pengembangannya.

Alicia Gracia, Murid SMKN 1 Ciomas, mengatakan bahwa dalam pameran ini memberikan kesempatan untuk menunjukkan keberhasilan para siswa.

Jurusan produksi film animasi contohnya, yang dapat membuat kreatifitas anak-anak Indonesia semakin meningkat.

Dimulai dari merancang storyboard untuk memvisualisasikan alur cerita, dilanjutkan dengan desain karakter dan lingkungan dengan menggunakan concept art.

”Banyak para alumni SMKN 1 Ciomas yang telah bekerja di rumah produksi film animasi terkenal setelah lulus sekolah.

Seperti saat ini ada alumni yang membuat animasi dalam film jumbo yang masih ditayangkan pada bioskop di Indonesia,” ujar Alicia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA