PALEMBANG — Sebanyak 140 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang telah memperoleh pekerjaan di industri sebelum mengikuti prosesi wisuda pada Kamis (15/10/2026).
Tahun ini, Poltekpar Palembang mewisuda 359 mahasiswa dari empat program studi pada jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan (Diploma IV).
Direktur Poltekpar Palembang Iwan Riyadi menyampaikan bahwa para lulusan tersebut mencatatkan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,61.
Menurutnya, capaian lulusan yang telah memperoleh pekerjaan sebelum wisuda menunjukkan keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata.
“Capaian membanggakan lainnya adalah sebanyak 140 mahasiswa telah berhasil memperoleh pekerjaan di industri sebelum mengikuti prosesi wisuda. Hal ini menunjukkan adanya keterhubungan antara pendidikan vokasi yang diselenggarakan Poltekpar Palembang dan kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata,” kata Iwan dalam siaran pers Kementerian Pariwisata, Kamis (15/10/2026).
Sebanyak 359 lulusan tersebut terdiri atas 120 mahasiswa Program Studi Seni Kuliner, 104 mahasiswa Divisi Kamar, dan 90 mahasiswa Tata Hidang pada jenjang Diploma III. Sementara itu, Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara pada jenjang Diploma IV meluluskan 39 mahasiswa.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang menghadiri upacara wisuda secara daring dari Jakarta menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan, yakni terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berani bersaing di tingkat global, serta menjadikan kekayaan budaya dan identitas bangsa sebagai kekuatan dalam membangun masa depan pariwisata Indonesia.
“Kita tidak harus meninggalkan identitas untuk menjadi bagian dari dunia. Sebaliknya, identitas itulah yang membuat kontribusi kita memiliki nilai dan keunikan,” ujar Ni Luh.
Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Bekal tersebut diharapkan dapat menghasilkan karya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan pariwisata Indonesia.
Ni Luh juga menilai setiap bidang keahlian yang dipelajari para lulusan memiliki peran strategis dalam menghadirkan pengalaman wisata berkualitas, meningkatkan standar pelayanan, dan membangun ekosistem pariwisata nasional yang berkelanjutan serta berdaya saing global.
Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadirkan pelayanan profesional dan pengalaman wisata berkesan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025. Devisa pariwisata pada tahun tersebut mencapai 18,27 miliar dolar AS.
Tren pertumbuhan berlanjut pada Januari–Agustus 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta, meningkat 4,29 persen secara tahunan. Pada semester pertama 2026, devisa pariwisata tercatat sebesar 8,43 miliar dolar AS.
“Capaian ini mencerminkan semakin besarnya peran pariwisata dalam menggerakkan perekonomian. Namun, masa depan pariwisata Indonesia tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan. Di sinilah adik-adik memiliki peran penting dalam membentuk masa depan pariwisata Indonesia,” kata Ni Luh.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Kurniawan Abadi, berharap para lulusan Poltekpar Palembang tidak hanya menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Kurniawan menilai kemampuan berwirausaha menjadi bekal penting bagi lulusan pendidikan vokasi pariwisata untuk meningkatkan nilai tambah potensi daerah sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Iwan Riyadi juga berharap para lulusan mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk menghadirkan inovasi, menjaga profesionalisme, dan memberikan kontribusi positif bagi industri serta masyarakat. Ia mengingatkan para wisudawan agar tetap rendah hati, berani menghadapi tantangan, dan menjadikan nilai kebudayaan sebagai pijakan dalam perjalanan profesional.
Dengan bekal pendidikan vokasi, kompetensi, dan karakter yang diperoleh selama kuliah, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing pariwisata Indonesia.

Tinggalkan Balasan