Kecerdasan anak ditentukan oleh berbagai faktor mulai dari cara belajar, lingkungan dan konsumsi makanan.
Vitamin dan nutrisi menjadi bahan penunjang yang mendukung kerja otak agar tidak mudah mengalami kelelahan saat belajar.
Nutrisi yang tepat pada masa pertumbuhan memegang peranan vital dalam mendukung struktur otak, mempercepat transmisi sinyal antar sel saraf, serta mengoptimalkan daya ingat dan fokus belajar anak.
Salah satu nutrisi paling krusial adalah asam lemak Omega-3 (khususnya DHA dan EPA) yang berfungsi membangun membran sel otak serta merangsang pertumbuhan jaringan saraf baru, yang dapat diperoleh dari ikan seperti kembung atau salmon.
Selain itu, kolin yang banyak ditemukan pada kuning telur dan hati berperan dalam pembentukan asetilkolin, yaitu senyawa kimia otak yang mengontrol daya ingat dan kemampuan konsentrasi.
Oksigenasi otak yang lancar juga bergantung pada asupan zat besi dari daging merah dan bayam, yang bertugas membawa oksigen ke sel-sel otak agar stamina mental anak tetap terjaga dan tidak mudah lelah saat belajar.
Pertumbuhan dan perbaikan jaringan saraf dibantu oleh seng (zinc) serta protein, yang sekaligus membentuk senyawa penyampai pesan antar saraf (neurotransmiter) guna mengatur suasana hati dan daya tangkap.
Perlindungan dan energi otak dilengkapi oleh antioksidan serta Vitamin B kompleks. Antioksidan dari buah-buahan dan sayuran hijau melindungi sel otak dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas
Vitamin B kompleks dari biji-bijian dan pisang mendukung metabolisme energi otak agar fungsi kognitif anak bekerja secara optimal sepanjang hari.

