Site icon PRESTASI

Penyatuan Empat Mata Air: Rahasia Tradisi Modiu Bulava Mpongeo Donggala

Tokoh adat dan warga Desa Towale menggelar ritual pemandian sakral Modiu Bulava Mpongeo menggunakan racikan air dari empat sumber mata air keramat di Banawa Tengah, Donggala, Sulawesi Tengah. Foto: InfoPublik

Suasana hening merayapi Desa Towale saat harum dedaunan dan wewangian alami menyatu dengan udara pesisir Banawa Tengah.

Di bawah naungan bulan Muharam, ratusan warga berkumpul melingkari bejana-bejana berisi air jernih.

Air tersebut bukan sembarang air, melainkan diambil khusus dari empat sumber mata air keramat yang disucikan oleh para tetua adat demi menunaikan ritual Modiu Bulava Mpongeo.

Bagi masyarakat Towale di Kabupaten Donggala, tradisi ini adalah benteng pertahanan budaya yang tak goyah disapu arus zaman.

Penyatuan air dari empat penjuru tersebut menjadi lambang kesucian, penolak bala, sekaligus simbol pemersatu warga.

Di atas pusaka Bulava Mpongeo, untaian doa-doa keselamatan dipanjatkan sebagai wujud rasa syukur mendalam kepada Sang Pencipta dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para leluhur.

Mata Air Sakral dan Jiwa Gotong Royong

Keunikan Modiu Bulava Mpongeo terletak pada keterlibatan penuh seluruh elemen desa.

Prosesi pemandian tak sekadar dipimpin oleh tetua adat dan tokoh agama, tetapi juga digerakkan oleh jemari anak-anak muda hingga para lansia.

Mengambil air dari empat mata air sakral membutuhkan ketelitian adat dan kebersamaan, mencerminkan fondasi kehidupan warga Towale yang bertumpu pada semangat gotong royong.

Keterikatan emosional warga terhadap warisan ini turut memikat perhatian para akademisi dari Universitas Tadulako dan UIN Datokarama Palu.

Berbagai riset menggarisbawahi bahwa kekuatan utama tradisi ini berada pada model pelestarian berbasis masyarakat. Tanpa perlu dorongan komersial, kesadaran menjaga identitas kedaerahan justru tumbuh alami dari rumah-rumah warga Desa Towale sendiri.

Dari Benteng Desa Menuju Warisan Nasional

Nilai luhur yang dikandungnya kini mendorong Pemerintah Kabupaten Donggala untuk melangkah lebih jauh.

Tradisi Modiu Bulava Mpongeo resmi diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Langkah ini diambil guna menjamin pendokumentasian budaya yang berkelanjutan sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Sulawesi Tengah ke panggung nasional dan internasional.

Kendati status hukum dan perlindungan pemerintah terus diupayakan, warga Desa Towale menyadari bahwa penjaga budaya sejati adalah diri mereka sendiri.

Selama gema doa Muharam terus berkumandang dan air dari empat mata air sakral tetap dibalurkan, selama itu pula identitas dan kehangatan tradisi Modiu Bulava Mpongeo akan terus hidup mengalir menembus generasi. (Diolah dari Infopublik)

Exit mobile version