PRESTASI

Menatap Horizon Baru Pariwisata Indonesia dari NHI Bandung

Wisudawan Poltekpar NHI Bandung usai mengikuti prosesi pengukuhan di Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 603 lulusan disiapkan menjadi SDM pariwisata yang kritis, berintegritas, dan siap bersaing di era digital. (Foto: Kementerian Pariwisata)

Langkah kaki ratusan anak muda melangkah pasti di area kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026). Di dada mereka, terpancar antusiasme dan harapan baru.

Pendidikan formal mungkin telah purna, namun perjalanan sesungguhnya untuk merawat dan mengenalkan keindahan nusantara ke mata dunia baru saja dimulai.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata, tercatat sebanyak 603 lulusan resmi mengakhiri masa studinya.

Mereka bukan sekadar mengantongi ijazah, melainkan membawa amanah sebagai benteng utama pertahanan budaya dan penggerak ekonomi kreatif di tengah gempuran digitalisasi.

Menjaga Akar Budaya di Tengah Arus Digitalisasi

Sektor pariwisata global kini tak lagi sama.

Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence) hingga algoritma media sosial telah mengubah total cara wisatawan merencanakan perjalanan.

Di titik inilah para lulusan Poltekpar NHI Bandung dituntut adaptif tanpa harus mengikis identitas kebangsaan. Semangat ini tercermin kuat dari tema yang diusung, “Roots to Horizon: Cultivating Future Tourism”.

Sebuah pesan mendalam bahwa setinggi apa pun teknologi yang diadopsi, akar budaya dan karakter lokal Indonesia tetap menjadi magnet utama pariwisata nasional.

“Proses pendidikan selama ini telah membentuk cara berpikir, karakter, disiplin, integritas dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang menjadi akar untuk memasuki dunia yang berubah sangat cepat,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan pembekalan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri acara wisuda mahasiswa Poltekpar NHI Bandung tahun 2026, Selasa (8/9/2026). Foto: Kementerian Pariwisata

Menjawab Tantangan Tren Wisata Berkelanjutan

Tantangan pariwisata hari ini bukan lagi sekadar menghitung jumlah kepala yang datang, melainkan seberapa lama wisatawan menetap dan seberapa besar manfaat ekonomi yang mengalir langsung ke masyarakat lokal.

Menpar Widiyanti mengatakan arah pembangunan pariwisata Indonesia ke depan semakin jelas, yakni menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diarahkan agar wisatawan tinggal lebih lama, mengenal lebih banyak destinasi, menikmati lebih banyak produk dan pengalaman lokal, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan menjadi kunci utama yang dipegang para insan muda ini. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus positif hingga pertengahan tahun menjadi peluang sekaligus ujian.

Lulusan perguruan tinggi pariwisata diharapkan mampu menciptakan inovasi hospitality yang ramah lingkungan dan memberdayakan komunitas lokal.

Daya Cipta Generasi Muda untuk Masa Depan

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Anwari Masatip mengatakan para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga tumbuh menjadi insan pariwisata yang mampu menciptakan perubahan, beradaptasi terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dunia kerja dan kewirausahaan pariwisata membutuhkan insan yang bukan hanya siap pakai, tetapi juga siap mencipta lapangan kerja baru.

Dengan latar belakang keahlian teknis dan kepemimpinan yang telah diasah selama bertahun-tahun di kawah candradimuka NHI Bandung, 603 lulusan baru ini menjadi harapan baru bagi wajah pariwisata Indonesia yang lebih berintegritas, inklusif, dan berdaya saing global.

Exit mobile version