Site icon PRESTASI

Keberanian Bersuara Adriano Jeconia Bawa Mentan hingga Beasiswa ke Inggris

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si. menyambut kedatangan Adriano Jeconia Padama di Ruang Sidang Rektor Widya Puraya,(10/8/2026) setelah mendampingi kunjungan kerja Kementan meninjau krisis pangan di Alor, NTT. Foto: Kemdiktisaintek

Bagi Adriano Jeconia Padama, pendidikan tinggi bukan sekadar jalan mengejar gelar akademis.

Ketika krisis pangan dan tingginya harga beras melanda kampung halamannya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, mahasiswa baru yang akrab disapa Dede ini memilih tidak berdiam diri.

Kepeduliannya menyuarakan jeritan hati masyarakat lokal membuka mata publik dan menjadi jembatan perubahan nyata bagi daerahnya.

Keberanian bersuara Adriano bermula di panggung kuliah umum UNDIP Semarang, Kamis (6/8/2026). Di hadapan 5.155 mahasiswa baru dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ia tanpa ragu menyuarakan jeritan warga Alor yang harus membeli beras seharga Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram akibat tersendatnya jalur distribusi.

Aspirasi vokal itu membuahkan aksi nyata seketika.

Dua hari berselang, Sabtu (8/8/2026), Mentan memboyong Adriano ke Alor untuk meninjau langsung kondisi masyarakat dan mengucurkan berbagai bantuan pangan.

Dede diajak langsung turun ke lapangan selama empat hari, menyaksikan dari dekat proses penanganan krisis pangan yang menghantam Alor.

Aksi Nyata Membedah Krisis Pangan

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni.

Berbagai langkah darurat langsung digelontorkan untuk warga Alor, mulai dari penyaluran bantuan pangan tiga bulan, gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak, hingga pengisian penuh dua gudang Bulog setempat demi menjamin ketersediaan beras.

Tak berhenti di solusi jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan penanganan jangka panjang bagi para petani Alor.

Bantuan traktor, 20 unit pompa air, bibit unggul padi, kelapa, kakao, hingga rencana pembangunan sumur bor disiapkan demi mengatasi masalah irigasi yang selama ini mencekik produktivitas pertanian lokal.

Apresiasi dan Buah dari Keberanian Berpendapat

Keberanian dan kepedulian sosial Dede mendapat apresiasi tinggi dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Rektor UNDIP, Prof. Suharmono, menilai aksi Dede merupakan cerminan nyata dari semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.

Sebagai penghargaan atas kepekaan sosialnya, UNDIP menganugerahkan beasiswa double degree kepada Dede.

Setelah menyelesaikan studi S1 Hubungan Internasional, ia dipastikan berlayar menempuh pendidikan Magister Administrasi Publik di UNDIP sekaligus MA in Politics, Governance & Public Policy di Sheffield University, Inggris.

Perjalanan Dede membuktikan bahwa ruang kuliah dan realitas sosial masyarakat tidak pernah terpisah.

Dari pesisir Alor hingga ruang sidang rektorat, keberanian bersuara seorang mahasiswa muda telah menegaskan peran penting pemuda dalam membawa perubahan bagi tanah air. (Naskah diolah dari Kemdiktisaintek)

Exit mobile version