Site icon PRESTASI

Kampung Adat Sade Siap Direkonstruksi Tanpa Hilangkan Jati Diri

Ilustrasi Desa Sade: Kementerian Pariwisata

Usai dilanda musibah kebakaran hebat, Sabtu (22/8/2026), Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat adat Desa Sade untuk mempercepat pemulihan serta rekonstruksi kawasan wisata budaya ikonik di Lombok Tengah tersebut.

Proses perbaikan kampung adat ini akan difokuskan pada penataan kembali kawasan tanpa mengorbankan autentisitas arsitektur tradisional Sasak dan kearifan lokal yang menjadi identitas utamanya.

“Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” tegas Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dikutip dari situs resmi Kementerian Pariwisata.

Selain merancang langkah penataan ulang kawasan, percepatan tanggap darurat dan pemulihan sosial-ekonomi warga juga langsung dijalankan di lapangan melalui sejumlah aksi nyata.

Upaya pemulihan diawali dengan rekonstruksi rumah serta fasilitas adat secara gotong royong, yang tetap mempertahankan autentisitas pola arsitektur asli suku Sasak. Di saat bersamaan, Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah daerah setempat bergerak cepat menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga, mulai dari sandang, pangan, hunian sementara, hingga kepastian keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak terdampak.

Aksi tanggap darurat ini turut diperkuat oleh keterlibatan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok yang mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik secara terpadu. Seluruh proses pembersihan material sisa kebakaran hingga pengamanan lokasi berjalan solid berkat sinergi ketat lintas sektor antara TNI, Polri, BPBD, dan tim Damkar di lapangan.

Kampung Adat Sade tidak hanya dipandang sebagai destinasi pelancongan unggulan, melainkan benteng kelestarian tradisi dan ruang hidup masyarakat Sasak. Melalui rekonstruksi ini, Sade diharapkan dapat segera bangkit dan kembali menyambut wisatawan dengan wajah yang tetap lestari.

Exit mobile version