Site icon PRESTASI

Grebek Tumpeng Randuagung Lamongan 2026 Bersiap Pecahkan Rekor MURI

Rangkaian agenda Grebek Tumpeng Raksasa 6 meter di Desa Kalidilem, Randuagung, yang memadukan acara keagamaan, pentas seni reog, dan hiburan rakyat untuk memperebutkan rekor MURI. Foto: Dok. Panitia

Aroma harum nasi gurih yang bertaut dengan aneka lauk tradisional siap menyelimuti Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada 10-11 September 2026.

Di atas tanah pedesaan yang asri, sebuah tumpeng raksasa setinggi 6 meter bediri megah sebagai puncaknya tradisi syukuran warga setempat.

Dibuat dari olahan 6 kuintal beras hasil panen serta dihiasi gunungan sayuran segar, tumpeng ini menjadi manifestasi rasa syukur warga atas limpahan berkah bumi.

Perhelatan bertajuk Grebek Tumpeng Randuagung 2026 tak sekadar memajang kemegahan visual.

Lebih dari itu, tumpeng berukuran fantastis yang kini tengah diajukan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) tersebut dibuat untuk kembali ke rahim masyarakat: disantap bersama-sama dalam suasana guyub dan hangat.

Sentuhan Gotong Royong Olah 6 Kuintal Beras

Proses pembuatan tumpeng setinggi 6 meter membutuhkan dedikasi dan kerja telaten puluhan tangan warga.

Mulai dari menanak 6 kuintal beras, meracik bumbu aneka lauk-pauk, hingga merangkai gunungan hasil bumi berupa sayur-sayuran mentah di bagian dasar tumpeng.

Setiap tahapan menjadi ajang perekat silaturahmi antarwarga desa. Tradisi grebek tumpeng mengakar kuat pada nilai kebersamaan.

Saat prosesi puncaknya digelar, kebahagiaan tak lagi milik perorangan, melainkan dinikmati merata oleh setiap pasang tangan yang hadir menyantap berkah sajian tumpeng tersebut.

“Bahan untuk tumpeng beras sebanyak 6 kuintal, dengan lauk-pauk dan segala macam. Kemudian di bawah ada sayur-sayuran mentah. Jadi tumpeng itu nanti dibagikan kepada masyarakat dan pengunjung,” tutur Camat Randuagung, Mawi Mujayanti, Senin (31/8/2026).

Pesta Budaya, Lantunan Selawat, dan Pawai Reog

Perayaan di Desa Kalidilem dirancang sebagai paduan harmonis antara tradisi keagamaan dan pelestarian seni lokal.

Malam perayaan dihangatkan oleh gema istigasah, lantunan selawat, musik hadrah, dan tembang religi yang mengalun syahdu di bawah pijar pesta kembang api.

Keesokan harinya, riuh tabuhan gendang dan terompet pawai reog mengambil alih suasana.

Pentas seni budaya yang menampilkan talenta-talenta lokal menjadi ruang berekspresi bagi pemuda desa dalam merawat kebudayaan leluhur.

“Penyelenggaraan tumpeng raksasa ini harapannya bisa membawa nama Kecamatan Randuagung dan Kabupaten Lumajang. Apabila sesuai harapan masuk rekor MURI, ya alhamdulillah,” ungkap Mawi penuh harap.

Mengangkat Nama Desa lewat Pengakuan MURI

Upaya mendaftarkan tumpeng 6 meter ke rekor MURI menjadi komitmen bersama pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jawa Timur dan warga setempat untuk mengenalkan potensi Randuagung ke panggung yang lebih luas.

Pencatatan rekor bukan sekadar pembuktian ukuran, melainkan etalase atas kapasitas gotong royong warga desa.

Grebek Tumpeng Raksasa membuktikan bahwa kemandirian desa mampu melahirkan karya budaya berskala nasional.

Lewat se piring nasi tumpeng yang disantap bersama, Desa Kalidilem mengirimkan pesan tentang hangatnya kebersamaan dari pelosok Lumajang.

Selain menjadi bagian dari tradisi, tumpeng raksasa tersebut akan dinikmati bersama setelah prosesi grebek. Ini menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi serta kreativitas masyarakat Randuagung.

Rasa Syukur yang Menyatukan Warga

Grebek Tumpeng Randuagung 2026 adalah cermin dari kebudayaan Nusantara yang senantiasa menempatkan kebersamaan di atas segalanya.

Dari tumpukan 6 kuintal beras hingga kibaran kesenian reog, warga Randuagung merawat tradisi bukan hanya sebagai kenangan masa lalu, melainkan sebagai ikatan hidup di masa kini.

Di tanah Lumajang, tingginya tumpeng 6 meter mungkin akan dicatat oleh rekor, namun kehangatan gotong royong warganyalah yang akan terus menetap di hati masyarakat. (Diolah dari InfoPublik)

Exit mobile version