Site icon PRESTASI

Bootcamp Pemuda Bojonegoro Asah Bakat Menjadi Peluang Usaha Mandiri

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah berfoto bersama para peserta Bootcamp Pemuda Bojonegoro 2026 usai pembukaan pelatihan wirausaha intensif di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: InfoPublik

Setiap keterampilan yang dipupuk dengan ketekunan selalu menyimpan benih kemandirian.

Di pelosok desa-desa Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bakat alami anak-anak muda tak lagi sekadar menjadi hobi mengisi waktu luang.

Dari panggung hajatan kampung hingga bengkel seni rumahan, impian para pemuda ini mulai dirajut menjadi langkah nyata menuju dunia wirausaha yang profesional.

Harapan itu bersemi lewat Bootcamp 2026 yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro. Sebanyak 150 pemuda terpilih dari 24 kecamatan ditempa dalam pelatihan intensif.

Mereka yang lolos seleksi ketat ini tak hanya belajar ilmu teknis di enam sektor potensial, tetapi juga dipertemukan untuk saling menguatkan jejaring dan motivasi.

Dari Panggung Hajatan Desa Menuju Pentas Profesional

Salah satu cerita hadir dari Rahmawan, pemuda asal Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras. Terbiasa memegang mikrofon dan memandu acara di kampungnya, ia tak berpuas diri.

Lewat pelatihan ini, Rahmawan ingin memoles kemampuannya agar standar pembawa acara (master of ceremony) yang diusungnya semakin berkelas.

“Selama ini saya cukup sering mendapatkan pengalaman menjadi MC di wilayah Kecamatan Sugihwaras. Karena itu, saya ingin terus mengembangkan potensi tersebut agar bisa menjadi MC yang lebih baik dan profesional,” ujar Rahmawan pada Kamis (27/8/2026).

Semangat serupa dipancarkan oleh Ega, perajin muda asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk.

Berbekal usaha seni dan lokakarya skala rumahan yang telah dirintisnya, Ega memandang pelatihan kerajinan tangan ini sebagai pijakan untuk memperluas kapasitas diri serta memperluas relasi bisnis.

“Saya ingin mengembangkan diri saya, baik dari segi eksternal maupun internal. Lewat kegiatan ini saya mendapatkan networking baru, motivasi baru, dan semangat baru untuk Bojonegoro menjadi lebih hidup dan artistik,” tutur Ega pada Kamis (27/8/2026).

Menempa Mentalitas Petarung di Dunia Usaha

Perjalanan mengasah keterampilan dari tingkat desa menuju kemandirian ekonomi tentu membutuhkan keberanian mengambil risiko.

Pembekalan intensif yang berlangsung dari 27 Agustus hingga 9 September 2026 ini bukan hanya soal mengasah jemari atau melatih vokal, melainkan juga menempa pola pikir kewirausahaan.

“Dunia ke depan penuh dengan tantangan. Ada dua pilihan jalur hidup, tetap berada di zona nyaman tanpa berani mengambil risiko, atau menjadi seorang petarung. Jiwa petarung mungkin jatuh berulang kali, tetapi ia akan selalu bangkit dan tidak pernah menyerah pada keadaan,” tegas Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat membuka Bootcamp pada Kamis (27/8/2026).

Dukungan fasilitas dan ruang ekspresi dari pemerintah daerah ini menjadi angin segar bagi generasi muda Bojonegoro.

Ketika bakat lokal seperti MC dan kerajinan tangan dikelola secara profesional, kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar impian di atas kertas, melainkan bukti nyata karya anak desa. (Diolah dari InfoPublik)

Exit mobile version